STUDI SIMULASI DAN PEMODELAN DALAM SEBUAH SISTEM oleh Allif Rizki Abdillah

 By Allif Rizki Abdillah


Langkah-langkah Studi Simulasi


1. Formulasi masalah: 
– mengidentifikasikan maslah yang akan diselesaikan 
– mendeskripsikan operasi sistim dalam term-term obyek dan aktivitas   
  dalam suatau layout
– mengidentifikasi sistem dalam term-term variabel input (eksogen), dan 
   output (endogen) 
– mengkatagorikan variabel input sebagi decision (controllable) dan 
   parameters (uncontrollable)
 – mendefinisikan pengukuran kinerja sistim (sebagai fungsi dari variabel 
   endogen) dan fungsi obyek (kombinasi beberapa pengukuran)
 – mengembangkan struktur model awal (preliminary)
 – mengembangkan struktur mode lebih rinci yang menident…kasi seluruh 
    obyek berikut atribut dan interface-nya

2. Penetapan tujuan dan rencana proyek: Pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.

3. Konseptualisasi model: membangun model yang masuk akal. 
– memahami sistem 
¤ Pendekata proses (atau pendekatan alarian fisik (physical flow approach)) didasarkan pada tracking flow dari entitas-entitas keseluruhan sistem berikut titik pemorsesan dan aturan keputusan percabangan 
¤ Pendekatan peristiwa (event) (atau pendekatan perubahan keadaan (state change approach)) didasarkan pada definisi variabel keadaan internal dan events sistim yang mengubahnya, diikuti oleh deskripsi operasi sistim ketika suatu event terjadi
– konstruksi model 
¤ definisi obyek, atribut, metode 
¤ flowchart metode yang relevan 
¤ pemilihan bahas implemntasi ¤ penggunaan random variates dan statistik kinerja 
¤ coding dan debugging

4. Pengumpulan data: mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, displin layanan, laju pelayanan dsb.).
 – observasi langsung dan perekaman manual variabel yang diseleksi(selected)
– time-stamping untuk men-track aliran suatu entitas keseluruh sistem 
– menyeleksi ukuran sample yang valid secara statistik
 – menyeleksi sutau format data yang dapat diproses oleh komputer 
– analisis statistik untuk menetapkan distribusi dan parameter data acak 
– memutuskan data mana yang dipandang sebagai acak dan yang mana diasumsikan deterministik

5. Penerjemahan Model: konversi model ke dalam suatu bahasa pemrograman

6. Verifikasi: Verifikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik.

7. Validasi: Check apakah sistim merepresentasi sistim riil secara akurat.

8. Desain Eksperimen: 
Berapa banyak runs? 
Untuk berapa lama? 
Jenis variasi masukannya seperti apa ? 
– evaluasi statistik output untuk mementapkan beberapa level presisi yang diterima dari pengukuruan kinerja 
– analisi terminasi digunakan jika interval waktu riil tertentu akan disimulasikan 
– steady state analysis digunakan jika obyek of interest merupakan rata-rata long-term 

9. Produksi runs dan analisis: running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran.

10. Jalankan lagi (More runs) ?: mengulangi eksperiemn jika perlu.

11. Dokumentasi dan pelaporan: Dokumen dan laporan hasil

12. Implementasi : Terapkan pada sekala dunia nyata.


10 SOAL TENTANG STUDI SIMULASI DAN PEMODELAN DALAM SEBUAH SISTEM

1. Apa yang dimaksud dengan simulasi dalam konteks pemodelan sistem? Jawaban: Simulasi adalah proses penggunaan model atau representasi sistem untuk meniru perilaku sistem yang sebenarnya. Ini membantu dalam memahami dan menganalisis bagaimana sistem berperilaku di bawah berbagai kondisi. 2. Mengapa penting untuk melakukan simulasi dalam pemodelan sistem? Jawaban:Simulasi penting karena memungkinkan kita untuk menjalankan eksperimen virtual pada sistem tanpa risiko yang terlibat dalam situasi nyata. Ini membantu dalam mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan memahami dampak tindakan tertentu. 3. Apa perbedaan antara model fisik dan model matematis dalam pemodelan sistem? Jawaban: Model fisik adalah representasi fisik dari sistem yang sesuai dengan ukuran dan bentuk sebenarnya. Model matematis adalah representasi dalam bentuk persamaan dan simbol matematika. 4. Bagaimana proses pemodelan matematis berperan dalam simulasi? Jawaban: Pemodelan matematis melibatkan konversi karakteristik fisik sistem menjadi persamaan matematika. Ini memungkinkan kita untuk mengembangkan model matematis sistem yang dapat digunakan dalam simulasi. 5. Apa yang dimaksud dengan "variabel keadaan" dalam pemodelan sistem? Jawaban: Variabel keadaan adalah variabel yang digunakan dalam model matematis untuk menggambarkan keadaan sistem pada waktu tertentu. Ini membantu dalam mengukur perubahan sistem dari waktu ke waktu. 6. Bagaimana proses "pengambilan sampel" berperan dalam simulasi? Jawaban: Pengambilan sampel melibatkan pengukuran variabel sistem pada interval waktu tertentu. Ini penting dalam simulasi untuk mengumpulkan data yang akan digunakan dalam proses pemodelan. 7. Apa yang dimaksud dengan "validasi model" dalam konteks simulasi? Jawaban: Validasi model adalah proses memeriksa apakah model simulasi memberikan hasil yang sesuai dengan perilaku sebenarnya dari sistem yang diwakili. Ini melibatkan perbandingan hasil simulasi dengan data empiris. 8. Bagaimana pemodelan probabilitas berperan dalam simulasi? Jawaban: Pemodelan probabilitas memungkinkan kita untuk memasukkan elemen ketidakpastian dalam model simulasi. Ini memungkinkan kita untuk mengukur risiko dan mengambil keputusan yang lebih baik. 9. Apa yang dimaksud dengan "sistem diskrit" dalam simulasi? Jawaban: Sistem diskrit adalah sistem yang mengalami perubahan dalam keadaan diskrit atau terdefinisi secara jelas, seperti perubahan dari satu kejadian ke kejadian lainnya dalam waktu diskrit. 10. Bagaimana pemodelan dan simulasi digunakan dalam pengembangan produk? Jawaban: Pemodelan dan simulasi digunakan untuk menguji kinerja produk dalam lingkungan virtual sebelum membangun prototipe fisik. Ini dapat menghemat waktu dan biaya pengembangan produk.


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah  sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id



Comments